Nagoya Solo

Nagoya Japanese Fusion Resto cabang Solo kembali hadir dengan owner baru, crew baru, masakan baru dan tentunya kejutan baru untuk kamu!

Buka setiap hari dari jam 12.00 – 20.00 di Jl. Kartika III, Ngoresan, barat Asrama UNS. Tepatnya kalau dari UNS setelah swalayan As Gros belok kanan 300 meter aja 🙂

nagoyasolo1
Area kitchen dan service Nagoyafusion Solo

 

Dengan tempat yang memuat hingga 20 orang, pasti seru buat kumpul dan makan bareng temen-temen kamu.

Area makan Nagoyafusion Solo
Area makan Nagoyafusion Solo

So, tunggu apa lagi?? segera meluncur ke lokasi yak, kalau bingung bisa hubungi nomor : 0856 4312 0600 untuk tanya petunjuk arahnya 🙂

Amanohashidate

Amanohashidate adalah lidah pasir yang memisahkan Teluk Miyazu dengan Laut Aso di Prefektur Kyoto, Jepang. Lidah pasir yang bermakna “jembatan ke surga” ini panjangnya 3,6 km yang dipermukaannya ditumbuhi pohon pinus.
Amanohashidate merupakan satu dari tiga pemandangan alam terindah di Jepang. Pemandangan terindah dari Amanohashidate dapat dilihat dari bukit yang terletak di kedua sisi teluk yang dapat diakses dengan menggunakan kereta gantung atau mobil listrik, yaitu Amanohashidate Viewland (sisi selatan) dan Taman Kasamatsu (sisi utara). Untuk melihat lidah pasir ini sebagai “jembatan ke surga”, berdirilah di bukit di sisi utara lidah pasir ini (Taman Kasamatsu), hadapkanlah tubuh membelakangi lidah pasir ini, kemudian bungkukkan badan hingga kepala berada di bawah dan di antara dua kaki, sehingga kita akan melihat lidah pasir ini secara terbalik. Cara ini sudah dilakukan oleh pengunjung Amanohashidate sejak ribuan tahun yang lalu.
Di ujung selatan lidah pasir ini, yang berjarak hanya beberapa langkah dari stasiun kereta, berdirilah Chionji yang merupakan kuil Budha yang sangat indah dengan tahoto kecil, sejenis pagoda yang lebih mirip dengan stupa di kuil India dibandingkan dengan pagoda Jepang.
Lidah pasir ini terbentuk kira-kira 4.000 tahun yang lalu. Hanyutan pasir dan kerikil dari sungai-sungai di bagian timur Semenanjung Tango terbawa arus laut yang bertabrakan dengan arus Laut Aso yang berasal dari aliran Sungai Noda di di sebelah barat Amanohashidate. Sebagai akibatnya, lidah pasir berbentuk hampir lurus terbentuk di tengah-tengah laut yang memisahkan Teluk Miyazu dan Laut Aso.

 

Sumber tulisan:

Japan Guide

Wikipedia

Sumber foto:

Japan Guide